Sayur Mayur Nan Subur

Merawat tanaman itu susah susah gampang. Di balik kisah panen, ada rentetan proses yang harus dilewati dan itu cukup panjang.

***

Kalau ditanya kapan mulai suka dengan hal yang berbau tanaman, aku tidak bisa jawab secara spesifik.

Sejak SD, ibu suka sekali belanja tanaman hias. Beliau mengoleksi beberapa spesies bunga anggrek. Ada pula tanaman paku, seperti suplir.
Ibu mengajari bagaimana merawat tanaman dengan baik dan perlahan mulai menikmati asyiknya merawat tanaman yang berderet di taman.

Setelah sekian lama vakum dari tanam-menanam, dia – orang terkasih – memberiku sebuah hadiah ulang tahun berupa perlengkapan hidroponik, lengkap dengan media tanam plus tetek bengeknya.

Berbekal 1 lembar petunjuk menanam, benih sawi dan salad berhasil kami semai. Benih akan tumbuh menyerupai kecambah, kemudian mulai bertunas. Setelah menjadi bibit, kami memindahkannya ke wadah yang lebih besar. Setiap pagi aku dan dia tidak sabar menanti masa panen. Voilaa! Beberapa minggu kemudian, tanaman tumbuh dengan subur.

“Nanti kalau aku tinggal, kamu bisa lihat hijau-hijau an, bisa makan sayur yang fresh buat obat stress” ucapnya setelah menyerahkan perlengkapan hidroponik kepadaku.

Ini adalah tanaman sayur pertama yang berhasil aku rawat hingga masuk masa panen.

Yogyakarta (2016)
#berkebun #likalikusikiki

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s