Pemangkasan Demi Kebaikan

kulina team

‘Aku tadi habis meeting sama manager tim divisi lain. Ada kabar baik sekaligus buruk buat kita.’

Argh, kesiangan! Buru-buru berangkat ke kantor. Setelah memarkir motor, aku kembali menjalankan rutinitas mulai dari cek email yang masuk, login Slack, cek notifikasi yang masuk di akun media sosial Perusahaan, menjawab telepon dari user yang masuk. Namun perasaanku jadi bergejolak setelah membaca pesan Fira.

‘Aku tadi habis meeting sama manager tim divisi lain. Ada kabar baik sekaligus buruk buat kita.’ tulis Fira di group khusus yang kami buat di Slack.

Aku menunggunya selesai mengetik. Pesan baru pun bermunculan. Mataku berdenyut membacanya.

‘Kabar baiknya, kita akan fokus ke beberapa produk. Jam kerja kita berkurang, nggak ada lagi overtime di akhir pekan. Jam kerja lebih sedikit.  Nah, kabar buruknya kita harus ngurangin personil, untuk beberapa bulan ke depan.’

‘we are indeed in a deep shit, guys’ Fira menambahkan.

‘kabar buruknya cukup bikin deg-degan ya :sadfrog: ‘ balasku di Slack.

‘cut for good’ Fira menanggapi.

Kepalaku jadi sedikit berat. Nafas pun tak selancar biasanya. Ingatan yang tak cukup mengenakkan kembali muncul. Aku memandangi teman-teman satu tim satu per satu.

‘Iya, di kantor Jakarta sini ada anak Supply yang mulai menebarkan berita-berita selama kita berada di Yogyakarta. Banyak yang dipanggilin Human Capital Manager satu-satu ke ruangan. Deg-degan :sadfrog: ‘ sahut Ririn.

‘i should told you earlier, tapi keputusan jam kerja kita yang berkurang membuat aku dan Human Capital Manager nggak ada alasan lagi buat mempertahankan personil tim kita’ ucap Fira.

‘it’s gonna be a big thing hiks. aku senang tapi ku sedih’ tambahnya.

‘I know it will so sad. soalnya aku juga pernah ngalamin :disappointed: ‘ balas Vita.

‘me too ehe’ aku mengiakan.

‘Oh.. Shit. Kalian semua korban PHK ya’ kata Fira.

‘iya hehe’ jawabku.

Percakapan ini mengingatkanku pada kejadian tak mengenakkan 2 tahun lalu. Sebelum aku bekerja di Perusahaan yang sekarang, aku bergabung dengan Startup Company yang juga ada di Yogyakarta. Rasanya sangat menyesakkan dada. Kenyamanan terenggut sementara oleh realita. Saat itu aku baru bekerja beberapa bulan lalu harus menelan kenyataan pahit bahwa aku tak lagi jadi bagian tim dalam hitungan hari. CEO memberitahu secara personal melalui Slack – platform untuk berkomunikasi untuk sekantor – dan kamu tahu rasanya? Seperti disambar petir di siang bolong. It’s so hurt!

Yogyakarta adalah ladang subur untuk mendirikan Startup Company. Kamu pernah dengar Gameloft? Salestock? Brilio? Hipwee? Bahkan Go-Jek? Mereka adalah sebagian kecil Startup Digital yang berkembang dan sengaja punya kantor di Yogyakarta. Perusahaan yang telah kusebut tadi berkembang sangat pesat. Namun tidak sedikit yang harus gulung tikar seiring dengan banyaknya startup tech yang bermunculan.

Aku sendiri bertekad merantau ke Yogyakarta karena ingin terjun di dunia Startup. Aku sangat tertarik pada dunia digital sejak duduk di bangku kuliah. Saat aku baru mengenal Kaskus kemudian berkembang jadi sebuah keingintahuan yang akhirnya menjadi kecintaan. Aku mulai mencari tahu apa itu marketplace, apa itu e-commerce. Di sela jadwal kuliah, aku coba peruntungan di dunia digital. Mulai dari bekerja secara part-time di sebuah toko online yang cukup besar. Lalu iseng berjualan apapun dan memasarkan secara online. Akupun ketagihan.

Perkiraanku sendiri teknologi digital pasti akan berkembang pesat beberapa tahun mendatang dan jadi bagian kebutuhan dasar manusia. Bidang apapun akan mulai bergantung pada teknologi digital yang semakin canggih. Tentunya ada peluang yang cukup besar untuk berkembang apabila terjun di bidang ini, pikirku. Tak sedikit yang meremehkan. Profesi yang sedang kujalani dipandang sebelah mata sudah biasa. Tekadku tetap bulat. Aku memberanikan diri mengajukan diri untuk bergabung dengan beberapa Startup Company dan akhirnya aku mendapat kesempatan besar itu.

Nyatanya kehidupan di sebuah Startup tak selalu anteng. Ada saja badai yang mengoyak. Seperti perampingan besar-besaran yang terjadi begitu saja tanpa ada aba-aba. Meski pemilik perusahaan memberiku sebuah alternatif untuk kesempatan untuk bisa berkarya demi keberlangsungan hidup namun tak cukup membantu. Aku sempat kelabakan dan membenci diriku sendiri. Malam-malamku dipenuhi rasa khawatir. Aku merasa seperti hidupku segera berakhir. Aku mencemaskan tabunganku yang menipis dan akhirnya defisit. Aku tak tahu lagi mau bayar uang sewa kamar dengan apa. Adanya aku hanya bisa menangis, memeluk sahabatku.

Percakapan hari ini cukup mengguncang pikiranku, memunculkan kenangan yang kurang mengenakkan. Tapi itulah kehidupan bekerja di Startup. Perampingan karena terancam pailit, rasanya aku sudah mulai akrab dengan situasi itu. Padahal beberapa minggu terakhir kedekatan antar personil semakin terasa. Kami semakin akrab satu sama lain karena sering menghabiskan waktu bersama untuk kegiatan yang mengatasnamakan program evaluasi kerja selama dua pekan di Jakarta, selain itu terus ditempa dengan kasus-kasus yang aduhai cukup menguras pikiran dan tenaga. Dimana kami butuh koordinasi untuk atasi pelbagai problem dari pelanggan.

Sejujurnya aku benci situasi ini. Di mana aku mungkin harus mengucapkan perpisahan untuk teman satu tim yang mungkin nanti harus hengkang. Berat, ini adalah situasi yang berat. Tim terdiri dari 6 personil di mana 4 diantaranya pernah jadi korban PHK. Aku pun jadi salah satu yang pernah mengalami situasi itu. Kami harus bisa melalui situasi ini dengan lapang dada. Padahal sejauh ini aku merasa formasi kami sudah paling pas. Namun seperti kata Fira, tak ada lagi alasan untuk mempertahankan personil tim kami. Dan kemungkinan salah satu dari kita mungkin harus ada yang pergi.

Akhirnya pemilik lahan terpaksa memangkas – mungkin banyak – dahan supaya pohon tetap subur dan kembali tumbuh dengan lebat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s